Implementation Dual link IPVPN and GSM IPsec based on Fortigate 50 E at PT XYZ

Implementasi Dual Link IPVPN dan GSM Berbasis IPSec pada Fortigate 50 E di PT XYZ

  • Winarti Agustina Wina Universitas Mercu Buana
  • Muhammad Rifqi Universitas Mercubuana
Keywords: IPVPN (Internet Protocol Virtual Private Network), IPSec (IP Security), GSM, Fortigate, Failover.

Abstract

Pada era teknologi yang serba online saat ini, salah satu upaya untuk menjaga kualitas jaringan yang diberikan kepada pelanggan dibutuhkan suatu sistem atau network yang membantu untuk mengatasi gangguan yang berkepanjangan di pelanggan. Untuk upaya mengatasi dalam permasalahan ini PT Lintasarta menggunakan jasa Internet Protokol Virtual Private Network  (IPVPN) dan akses Fiber Optic(FO) yang terhubung antar kantor pusat dan kantor cabang. Pada umumnya akses fiber optic  mengalami gangguan seperti FO Cut, dimana dibutuhkan waktu penanganan yang cukup lama. Dengan ini peneliti mengusulkan di suatu perusahaan mempunyai backup link yang cepat pemasangannya dan mudah dalam implementasi dengan sistem failover, dengan minimalisir downtime sebesar 80 %. Fortigate 50 E menjadi alternatif pengganti jika akses mainlink bermasalah. Backup link menggunakan internet The Global System for Mobile Communications (GSM) yang dibuat Virtual Private Network  (VPN), salah satu fitur dari VPN yaitu IPSec Tunneling yang memberikan keamanan pada lapisan internet protokol (IP) sebagai pertukaran data. Hasil dari penelitian dengan dual link jaringan FO lebih bagus dibanding dengan modem GSM, dengan nilai rata – rata FO sebagai berikut packet loss 1% , delay FO 0,105 s, dan latency dual link sangat bagus. Namun disisi lain jaringan GSM mampu membackup ketika jaringan FO down, sehingga meminimalisir terjadinya downtime.

 

Downloads

Download data is not yet available.

References

M. Elezi and B. Raufi, 2015. “Conception of Virtual Private Networks Using IPsec Suite of Protocols, Comparative Analysis of Distributed Database Queries Using Different IPsec Modes of Encryption,” Procedia - Soc. Behav. Sci., vol. 195, pp. 1938–1948.

S. Hidayatulloh, 2014. “ANALISIS DAN OPTIMALISASI KEAMANAN JARINGAN MENGGUNAKAN PROTOKOL IPSEC,” J. Inform., vol. 1, no. 2.

I. Nurhaida, D. Ramayanti, and I. Nur, 2019. “Performance Comparison based on Open Shortest Path First (OSPF) Routing Algorithm for IP Internet Networks,” Commun. Appl. Electron., vol. 7, no. 31, pp. 12–25.

D. Darmawan and T. Imanto, 2017. “Analisa Link Balancing dan Failover 2 Provider Menggunakan Border Gateway Protocol (BGP) Pada Router Cisco 7606s,” J. Nas. Teknol. dan Sist. Inf., vol. 3, no. 3, pp. 326–333.

I. Maududy and Z. Ahyadi, 2018. “PERKEMBANGAN TEKNOLOGI JARINGAN GSM DALAM KOMUNIKASI SELULER,” vol. 10, no. 2, pp. 73–81.

S. Ariyanti, 2014. “Studi Perencanaan Jaringan Long Term Evolution Area Jabodetabek Studi Kasus PT . Telkomsel Study of Long Term Evolution Network Planning in Jabodetabek , Case Study of PT . Telkomsel,”.

D. Prihatmoko, 2016. “PENERAPAN INTERNET OF THINGS ( IoT ) DALAM PEMBELAJARAN DI,” vol. 7, no. 2, pp. 567–574.

S. S. Kardono, 2016. “ARSITEKTUR E-KIOS DI SURABAYA,” vol. 5, no. 1.

A. Darojat and I. Nurhaida, 2019. “ANALISA QOS ADMINISTRATIVE DISTANCE,” vol. 3, no. 1, pp. 11–21.

I. P. Sari and S. Sukri, 2018. “Analisis Penerapan Metode Antrian Hirarchical Token Bucket untuk Management Bandwidth Jaringan Internet,” J. RESTI (Rekayasa Sist. dan Teknol. Informasi), vol. 2, no. 2, pp. 522–529.

Published
2020-04-19
How to Cite
Wina, W. A., & Muhammad Rifqi. (2020). Implementation Dual link IPVPN and GSM IPsec based on Fortigate 50 E at PT XYZ. Jurnal RESTI (Rekayasa Sistem Dan Teknologi Informasi), 4(2), 228 - 236. https://doi.org/10.29207/resti.v4i2.1465
Section
Artikel Teknologi Informasi